7 Cara Mudah Untuk Mendapatkan Modal Usaha Anda

Dalam Menjalankan Bisnis atau usaha, sudah tentu memerlukan yang namanya modal. Modal ini sebagai salah satu faktor terpenting yang harus di miliki seorang pengusaha, baik itu usaha online, maupun usaha offline. Besar kecil nya modal tergantung dari besar kecil nya jenis usaha yang di jalankan. Cuman menurut seorang ahli filosofi mengatakan ” Sebuah pengorbanan yang besar tentu akan menghasilkan yang besar pula ” Pepatah ini patut kita renungkan di dalam mengaplikasikan nya ke dalam dunia usaha. Sebagai contoh kita lihat saja, misal nya antara warung dengan agen, mana yang akan mendapatkan untung yang lebih besar ? sudah tentu jawaban nya adalah agen, kenapa ? karena pemodal agen lebih besar ketimbang warung biasa. Nah hal seperti inilah yang menjadi ukuran di dalam menentukan keuntungan masing – masing usaha Anda.

Namun banyak orang yang terkendala dengan modal untuk memulai bisnis nya sehingga mengurung kan niat nya untuk membangun usaha. Dan saya akan coba berikan solusi nya untuk mendapatkan modal usaha tersebut. Untuk Anda yang kebingungan dengan modal usaha, berikut ada 5 cara untuk mendapatkan modal usaha, untuk menjalankan usaha.

1.     Uang Sendiri

Cara pertama untuk mendapatkan modal adalah dengan modal sendiri. Uang sendiri bisa berupa uang tabungan baik di bank, maupun di celengan. Jika uang sendiri dirasa sedikit, pilihlah usaha yang tidak memerlukan modal yang besar, untuk tetap bisa melanjutkan usaha tersebut. Dengan uang itu ibarat kata ” berakit rakit ke hulu, berenang – renang ke tepian ” Ber sedikit sedikit lah dahulu berkembang kemudian ” itulah pepatah kuno mengajarkan kepada kita untuk terus melanjutkan misi dan vissi nya. Dengan buka usaha yang sedikit bisa buka usaha, sambil belajar dan terus mengasah kemampuan dalam menjalankan bisnis tersebut. Karena dengan modal sedikit tentu resiko juga akan sedikit.

Dengan demikian kita tak perlu bersedih hati, modal yang kita punya sedikit, teruskan lanjutkan usaha dengan modal sendiri. Karena dari yang kecil akan menjadi besar.

2.     Menggadaikan Barang berharga

Solusi yang ke dua untuk mendapatkan modal usaha adalah dengan menggadaikan barang berharga ke Pegadaian atau ke Bank. Jika Anda punya barang berharga, seperti misal nya emas perhiasan, televisi, BPKB kendaraan, surat Tanah, dan lain sebagai nya. Cara ini cukup efektif di dalam mendapatkan modal secara cepat dan tunai. Sehingga kita bisa langsung “ACTION ” menjalankan usaha. Dan biasa nya tiap bulan kita di haruskan administrasi, sampai jatuh tempo penebusan barang.

Bagi Anda yang mungkin belum pernah menggadaikan Barang berharga ke Pegadaian, ada baik nya menyimak tips berikut ini :

A.   Bawa barang berharga Anda ke Pegadaian, dan tunjukan barang tersebut, untuk mendapatkan pinjaman dari taksiran harga tersebut, dan biasanya pihak Pegadaian akan menaksir jumlah dana yang akan di pinjamkan, dan tidak akan mendapatkan dana 100 % dari harga barang tersebut. Misal nya harga barang tersebut adalah 1.000.000,-, maka kemungkinan kita akan mendapatkan dana sebesar 70% dari barang tersebut, yaitu sekitar 700.000,- rupiah saja.

B.   Jika Anda berminat menebus nya kembali, setelah uang sudah terkumpul, juga bisa di perpanjang setelah jatuh tempo pegadaian barang tersebut, dengan membayar biaya administrasi seperti semula.

C.   Jika Anda tidak bisa menebus nya sampai jatuh tempo, maka pihak Pegadaian akan melelang barang tersebut, tetapi setelah ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada yang punya barang tersebut, tetapi jika sobat ingin menebus nya kembali, silah kan datang kembali.

3.     Dengan mengikuti Arisan

Arisan bisa dijadikan alternatif untuk mendapatkan modal secara aman dan tentram, karena kita tidak perlu membayar uang administrasi seperti di pegadaian. Arisan bisa dilakukan dengan tenggat  waktu mingguan, bulanan, tiga bulanan. Akan tetapi pilihlah anggota arisan yang bertanggung jawab, karena banyak kasus, anggota yang susah bayar arisan setelah mendapatkan uang arisan tersebut, maka di sini kita harus jeli, siapa – siapa saja yang jujur dan bertanggung jawab.

4.     Patungan dengan Teman

Cara ini hampir mirip dengan mencari investor atau pemodal yang mau di ajak kerja sama. Cuman Anda harus bisa meyakin kan pemodal tersebut, supaya mau di ajak kerja sama usaha. Cara ini termasuk gampang – gampang susah, karena pemodal takut kalau usaha yang kita jalankan berhenti di tengah jalan, sehingga harus benar – benar memberikan jaminan keuntungan dan balik modal yang jelas kepada pemodal. Jadi kunci nya adalah ” tingkat kepercayaan ”

Setelah mengajak pemodal [ Investor }, langkah selanjut nya adalah soal pembagian keuntungan, dengan membuat MOU atau surat perjanjian pembagian keuntungan antara pemodal dengan pelaku usaha. Misal nya, Anda bisa menawarkan pembagian keuntungan 60% : 40%, jadi 60% ke pengelola yaitu Anda dan 40 % untuk pemodal, apabila sudah tercapai kesepakatan, maka tinggal tanda tangan di atas materai.

5.     Kredit Bank

Meminjam uang di Bank memang tidak bisa sembarangan dan tidak semudah membalikan telapak tangan. Ada beberapa hal yang harus di penuhi oleh seorang peminjam { kreditor }. bank akan melihat dan menilai, apakah Anda pantas di berikan kredit atau pinjaman atau tidak. Ini disebut dengan prinsip 5 C.

Apa sih Prinsip 5 C tersebut ?

@.   Character [ Karakter ]

Yaitu hal – hal yang di perhatikan berkisar antara komitmen usaha yang di bangun, rekanan usaha, kelayakan usaha, pemasok barang, pelanggan, omzet, dan sejarah perbankan. Sejarah perbankan ini menyangkut apakah Anda pernah bermasalah dengan bank, seperti bayar cicilan terlambat, atau tidak bisa mengembalikan modal, dan lain sebagai nya. Hal ini akan menjadi pertimbangan bagi pihak Bank. Tetapi jika Anda punya sejarah bagus, maka Bank akan memberikan kemudahan dalam proses peminjaman dana kredit tersebut.

@.   Capital [ Modal ]

Bank akan menilai seberapa besar modal yang akan di butuhkan untuk usaha. Di mana pihak Bank tidak akan memberikan modal 100% kepada pengusaha yang mengajukan permodalan. Jadi Kita tetap harus memiliki modal dasar sendiri, entah itu dari modal yang di setor atau laba terakumulasi kan menjadi modal.

Komposisi kepemilikan modal juga di awasi oleh pihak Bank. Siapa pemilik nya ? Dari mana modal awal ? Siapa pemilik modal dominan ? Dan siapa pengurus modal tersebut ? Hal ini di lakukan karena dengan mengetahui seluk beluk usaha, Bank akan tahu bagaimana sejarah keberlangsungan usaha yang di jalankan tersebut.

@.   Colleteral [ Jaminan ]

Pihak Bank, biasa nya menginginkan dua jaminan yang bisa di pilih salah satu atau ke dua – dua nya, yaitu jaminan berupa yang berwujud, seperti peralatan, mesin, kendaraan, tanah dan bangunan. Sedangkan jaminan yang tidak berwujud adalah seperti, garansi personal atau perusahaan seperti jaminan yang di berikan asuransi kredit.

@.   Capacity [Kapasitas Usaha ]

Faktor pendukung lain nya adalah bank akan melihat Kapasitas Usaha, seperti hasil penjualan, arus kas, struktur biaya, biaya terhadap pendapatan dan perputaran tagihan.

@.   Condition [Kondisi Usaha ]

Apakah usaha yang di jalankan memiliki izin usaha ? Pastikan usaha Anda memiliki izin, karena pihak Bank akan mempertimbangkan hal tersebut, apakah usaha ini memiliki izin resmi atau tidak, akan tetapi untuk jenis usaha mikro izin tersebut di buat sebatas izin dari kecamatan dan kelurahan saja.

6.     Meminjam ke Orang Tua atau Mertua Anda

Nah solusi ini patut Anda coba, karena sangat mudah proses nya, tidak seperti di meminjam di Bank, yang mengharuskan persyaratan yang begitu rumit. Yang penting Anda Komitmen untuk mengembalikan nya tepat waktu, jika tidak maka selanjut nya Anda tidak akan di percaya lagi.

7.     Meminjam ke selain Bank

Anda bisa memanfaatkan lembaga lain selain Bank. Dan coba ari informasi sebanyak – banyak nya mengenai lembaga lain selain Bank tersebut, seperti misal nya, koperasi, Uang kas RT, kas RW, koperasi simpan pinjam. Dan biasa nya meminjam ke lembaga seperti ini juga tidak memerlukan persyaratan yang rumit, cukup menjadi anggota koperasi dan bisa langsung meminjam modal yang di perlukan, akan tetapi meminjam ke lembaga selain Bank ini tidak sebesar meminjam di Bank, akan tetapi.

Anda juga bisa memanfaatkan lembaga – lembaga selain Bank ini, seperti perusahaan pembiayaan [Finance ], Leasing Kendaraan bermotor, barang – barang elektronik, rumah tinggal, hingga Furniture. Dalam 20 tahun terakhir perusahaan pembiayaan seperti ini terus mengalami peningkatan dan semakin di cari masyarakat. Hanya dengan menyetor sejumlah uang muka yang di sepakati, dan membayar biaya administrasi, maka barang yang anda inginkan sudah bisa di kirim ke rumah anda. Sistem pembayaran nya dengan cara mencicil atau mengangsur per bulan.

Nah itulah tentang ke 7 Cara mendapatkan Modal Usaha Secara mudah untuk Anda dan bisa di jadikan acuan untuk keperluan bisnis yang akan di jalankan, mudah – mudahan berguna dan bermanfaat, untuk sobat semua. Terima kasih atas kunjungan nya, mohon maaf apabila ada kekurangan nya, saya siap menerima segala bentuk kritik yang bersifat membangun.

Wassalam….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SANGGARBisnisOnline.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *