BAGAIMANA CARA MENGATASI MASALAH PEDAGANG KAKI LIMA DAN SOLUSINYA

BAGAIMANA CARA MENGATASI MASALAH PEDAGANG KAKI LIMA DAN SOLUSINYA

INFORMASI – Pengertian Pedagang Kaki Lima. Pedagang Kaki Lima atau disingkat PKL yaitu arti untuk menyebutkan penjual dagangan yang memakai gerobak. Arti itu kerap ditafsirkan lantaran jumlah kaki pedagangnya ada lima. Lima kaki itu yaitu dua kaki pedagang ditambah tiga “kaki” gerobak (yang sesungguhnya yaitu tiga roda atau dua roda serta satu kaki). Sekarang ini arti PKL juga dipakai untuk pedagang di jalanan biasanya.

Bagaimana Cara Mengatasi Masalah PKL
Bagaimana Cara Mengatasi Masalah PKL

Sesungguhnya arti kaki lima datang dari saat penjajahan kolonial Belanda. Ketentuan pemerintahan saat itu mengambil keputusan kalau tiap-tiap jalan raya yang di bangun sebaiknya sediakan fasilitas untuk pejalan kaki. Lebar luas untuk pejalan yaitu lima kaki atau sekitaran satu 1/2 mtr.
Dari hasil riset oleh Soedjana (1981) dengan cara khusus yang disebut pedagang kaki lima yaitu sekumpulan orang yang tawarkan barang serta layanan untuk di jual di atas trotoar atau pinggir/di tepi jalan, di sekitar pusat perbelanjaan/pertokoan, pusat rekreasi atau hiburan, pusat perkantoran serta pusat pendidikan, baik dengan cara menetap maupun tak menetap, berstatus tak resmi atau 1/2 resmi serta dikerjakan baik pagi, siang, sore ataupun malam hari.
Dari sisi ekonomi pastinya terang bisa diliat kalau karenanya ada PKL bisa diserap tenaga kerja yang bisa menolong pekerja itu dalam memperoleh pendapatan. Dari sisi sosial bisa diliat bila kita rasakan kalau kehadiran PKL bisa menghidupkan ataupun menyemarakkan situasi. Hal semacam ini jadi daya tarik sendiri, diluar itu dalam sisi budaya, PKL menolong satu kota dalam membuat budayanya sendiri.

Bagaimana Cara Mengatasi Masalah Pedagang Kaki Lima ( PKL )

Solusi untuk mengatasi masalah PKL ini sebenarnya bisa dilakukan oleh beberapa elemen masyarakat, dan jangan hanya mengantungkan harapan kepada pemerintah, walaupun memang secara hukum pemerintah di berikan kewenangan oleh UUD 45 untuk mensejahterakan masrakat kita dan bukan hanya PKL.

Berikut bebrapa cara mengatasi masalah PKL yang bisa dilakukan Oleh Pemerintah :

1.  Memberikan atau Mengubah Pola Pikir para PKL, bahwa berjualan di pinggir jalan itu melanggar aturan.

2.  Memberikan bimbingan pelatihan Usaha

3.  Memberikan Modal Usaha tau Kredit Usaha

4.  Membangun tempat Usaha Yang sewanya Murah

5.  Mengadakan komunikasi secara intens tentang semua permasalahan para PKl

6. Dan lain – lain.

Sejarah Para Pedagang Kaki Lima ( PKL )

Pada saat penjajahan kolonial, ketentuan pemerintahan saat itu mengambil keputusan kalau tiap-tiap jalan raya yang di bangun sebaiknya sediakan fasilitas untuk Beberapa pedestrian atau pejalan kaki (yang saat ini dimaksud dengan trotoar) lebar ruas untuk fasilitas untuk beberapa pejalan kaki atau trotoar ini yaitu 5 kaki atau 5 feet (feet = unit panjang yang umum dipakai di Britania Raya serta Amerika Serikat). 1 kaki yaitu sekitaran sepertiga mtr. atau tepatnya 0, 3048 m. Jadi 5 feet atau 5 kaki yaitu sekitaran satu 1/2 mtr., hingga orang yang berjualan memakai fasilitas itu dimaksud Pedagang Kaki Lima.

Ada pula yang menerangkan kalau PKL yaitu untuk pedagang yang memakai gerobak, gerobak yang beroda tiga ditambah jumlah kaki pedagangnya jadi jadi lima. Tersebut sebagai asal mula kata Pedagang Kaki Lima. Beberapa Pedagang Kaki Lima (PKL) biasanya tak mempunyai ketrampilan spesial hingga mengharuskan mereka bertahan dalam satu keadaan yang memprihatinkan dengan kurangnya modal mereka memakai fasilitas yang murah serta simpel (biasanya buatan mereka sendiri serta tak standard) serta lalu pilih tempat berjualan yang sesuai sama kehendak mereka, terkadang beralih tempat tak menentu yang utama tak perlu membayar sewa mahal, serta pilihannya yaitu fasilitas umum seperti trotoar tadi. Lantaran tempati ruangan umum serta tidak cocok dengan visi kota yang beberapa besar mengutamakan segi kebersihan, keindahan serta kerapihan kota atau kita kenal dengan arti 3K, oleh karenanya PKL kerapkali jadi tujuan paling utama kebijakan – kebijakan pemerintah kota, seperti penggusuran serta relokasi. Mengapa PKL kerap digusur Satpol PP :

1. Pemakaian ruangan umum oleh PKL bukanlah untuk manfaat harusnya bisa membahayakan beberapa orang lain ataupun PKL tersebut,

2. PKL bikin tata ruangan kota jadi kacau. Kehadiran PKL tidak cocok dengan visi kota yakni yang beberapa besar mengutamakan segi kebersihan, keindahan serta kerapihan kota. Pencemaran lingkungan yang kerap dikerjakan oleh PKL.

3. PKL mengakibatkan kerawanan sosial, peluang terjadinya persaingan tak sehat pada entrepreneur yang membayar pajak resmi dengan pelaku ekonomi informal yg tidak membayar pajak resmi (meskipun mereka kerap membayar ”pajak tak resmi”), misalnya ada sangkaan kalau pemodal besar dengan beragam pertimbangan pilih lakukan aktivitas ekonominya dengan cara informal dengan menebarkan PKL Permasalahan PKL begitu kompleks lantaran bakal hadapi dua segi dilematis.

Aturan Hukum Pedagang Kaki Lima ( PKL )

Pertentangan pada kebutuhan hidup serta kebutuhan pemerintahan bakal berbenturan kuat serta menyebabkan friksi di antara keduanya, bagaimanapun juga PKL yaitu juga warga negara yang perlu dilindungi hak-haknya, hak untuk hidup, bebas berkarya, berserikat serta berkumpul. Seperti terdaftar dalam UUD 45 Pasal 27 ayat (2) : Masing-masing warga Negara memiliki hak atas pekerjaan serta penghidupan yang layak untuk kemanusiaan, serta Pasal 13 UU nomer 09/1995 mengenai usaha kecil.

Pemerintah menumbuhkan iklim usaha dalam segi perlindungan, dengan mengambil keputusan ketentuan perundang-undangan serta kebijaksanaan untuk : Memastikan peruntukan tempat usaha yang mencakup pemberian tempat di pasar, ruangan pertokoan, tempat sentra industri, tempat pertanian rakyat, tempat pertambangan rakyat, serta tempat yang lumrah untuk pedagang kaki lima, dan tempat yang lain. Memberi pertolongan konsultasi hukum serta pembelaan. Serta untuk lebih jelasnya Pemerintah keluarkan Perpres No 125 th. 2012 mengenai Koordinasi Pengaturan serta Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima, banyak segi yang ditata di Perpres itu serta pekerjaan Kepala Daerah bikin Perda yang lebih detil dalam pengerjaannya.

Saat menjabat sebagai Walikota Solo, Jokowi dengan kepiawaiannya sekalian bukti kemauan tulus mengabdi pada orang-orang meniti langkah berpuluh kali berdialog dengan cara segera dengan beberapa Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdagang di Monumen Banjarsari supaya ingin direlokasi ke pasar Klithikan Notoharjo hingga pada akhirnya beberapa PKL dengan ikhlas sepakat direlokasi.

Pada akhirnya pada th. 2006 diresmikanlah Pasar Klithikan, yang dulunya yaitu tempat lokalisasi. Beberapa PKL itu terasa suka lantaran mereka memperoleh tempat yang legal serta dengan bentuk berbentuk kios-kios jadi mereka tak perlu bongkar-pasang.

Sesaat beberapa konsumen terasa nyaman lantaran tempatnya bersih serta dan teratur rapi. Saat Kabupaten Kudus masihlah dijabat oleh Ir. H. M Tamzil, pada saat itu Kabupaten Kudus telah keluarkan Perda th. 2005 mengenai Penyusunan PKL yang pada dasarnya memberi pembinaan mencakup Bina Manusia, Bina Ruangan serta Bina Modal. Dalam Perda itu ditata sebagai tersebut :

1. Membuat Kabid PKL dibawah Dinas Pasar.

2. Inventarisasi PKL serta menerbitkan ID Card yang perlu digunakan pedagang Kaki Lima saat berjualan.

3. Membuat Organisasi PKL di semasing Lokasi

4. Mengatur tempat serta jam operasi yang disusun serta disetujui Pemerintah Daerah serta Beberapa PKL sendiri serta di setujui oleh anggota Dewan

5. Melibatkan petugas dari Dinas Kesehatan untuk lakukan Pengawasan pada kebersihan serta kehalalan product makanan yang di jual.

6. Bertindak sanksi pidana enteng pada beberapa PKL yang tidak mematuhi perjanjian.

7. Untuk sebagian PKL diberikan pertolongan modal bergulir tanpa ada bunga dengan Bank Jateng. Dengan adanya banyak pengangguran, dari sisi ekonomi ada PKL bisa menyerap tenaga kerja, dari sisi sosial kehadiran PKL bisa menghidupkan ataupun menyemarakkan situasi, diluar itu dalam sisi budaya, PKL menolong satu kota dalam membuat budayanya sendiri.

Demikianlah artikel mengenai bagaimana cara mengatasi masalah PKl dan mencarikan solusinya ini, semoga bermanfaat untuk kita semua, apabila ada kekurangannya saya mohon maaf.

Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses selalu. Amin…

SB1M
SB1M
header niko 728 x 90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *